KODE ETIK PROFESI IT

Industri TI, terus melangkah maju dengan perusahaan raksasa kelas dunia, seperti Microsoft dan IBM. Khusus di Indonesia industri TI dapat dikembangkan dan menyumbangkan devisa negara. Kebutuhan SDM TI profesional semakin tinggi, sehingga memungkinkan banyak pekerjaan di bidang TI yang bisa dilakukan. Tenaga TI profesional tidak mudah diperoleh

Disisi lain muncul sebuah fenomena, ketika para sarjana memadati berbagai arena bursa kerja untuk menawarkan ilmu dan ijazah mereka, iklan-iklan penerimaan mahasiswa baru juga nyaris memenuhi halaman-halaman surat kabar. Dua fenomena tersebut ironis. Promosi Perguruan Tinggi untuk menjaring calon mahasiswa sama “gencarnya” dengan peningkatan pengangguran lulusan.  Selain itu pula, perlu diajukan pertanyaan, kualifikasi apakah sebenarnya yang disyaratkan oleh para pencari tenaga kerja lulusan Perguruan Tinggi ?. Jawaban yang diperoleh para peneliti umumnya adalah campuran kualitas personal dan prestasi akademik. Tetapi pencari tenaga kerja tidak pernah mengonkretkan, misalnya, seberapa besar spesialisasi mereka mengharapkan suatu program studi di Perguruan Tinggi tersebut. Kualifikasi seperti, memiliki kemampuan numerik, problem-solving dan komunikatif sering merupakan prediksi para pengelola Perguruang Tinggi daripada pernyataan eksplisit para pencari tenaga kerja.

Hasil survei menunjukkan perubahan keinginan para pencari tenaga kerja, dalam hal kualifikasi lulusan Sarjana Komputer (S.Kom) yang mereka syaratkan. Tidak setiap persyaratan kualifikasi yang dimuat di iklan lowongan kerja sama penting nilainya bagi para pencari tenaga kerja. Dalam prakteknya, kualifikasi yang dinyatakan sebagai “paling dicari” oleh para pencari tenaga kerja juga tidak selalu menjadi kualifikasi yang “paling menentukan” diterima atau tidaknya seorang lulusan sarjana tersebut dalam suatu pekerjaan. Yang menarik, tiga kualifikasi kategori kompetensi personal, yaitu kejujuran, tanggung jawab, dan inisiatif, menjadi kualifikasi yang paling penting, paling dicari, dan paling menentukan dalam proses rekrutmen. Selain itu pula kompetensi interpersonal, seperti mampu bekerja sama dan fleksibel, dipandang paling dicari dan paling menentukan.

 

Namun demikian, meskipun sering dicantumkan di dalam iklan lowongan kerja, indeks prestasi kumulatif (IPK) sebagai salah satu indikator keunggulan akademik tidak termasuk yang paling penting, paling dicari, ataupun paling menentukan. Di sisi lain, reputasi institusi Pendidikan Tinggi yang antara lain diukur dengan status akreditasi program studi sama sekali tidak masuk dalam daftar kualifikasi yang paling penting, paling dicari, ataupun paling menentukan proses rekrutmen lulusan sarjana komputer oleh para pencari tenaga kerja.

Kualifikasi-kualifikasi yang disyaratkan dunia kerja tersebut penting diperhatikan pengelola Perguruan Tinggi untuk mengatasi tidak nyambung-nya antara Perguruan Tinggi dengan dunia kerja dan pengangguran lulusan. Jika pembenahan sistem seleksi mahasiswa baru dimaksudkan untuk menyaring mahasiswa sesuai kompetensi dasarnya, maka perhatian pada kualifikasi yang dituntut pasar kerja, dimaksudkan untuk bahan patokan proses pengolahan kompetensi dasar tersebut. Untuk itu semua, maka kerja sama Perguruan Tinggi dan dunia kerja adalah perlu.

ASPEK TEKNOLOGI
Semua teknologi adalah pedang bermata dua, ia dapat digunakan untuk tujuan baik dan jahat. Contoh teknologi nuklir dapat memberikan sumber energi tetapi nuklir juga enghancurkan kota hirosima.
Seperti halnya juga teknologi kumputer, orang yang sudah memiliki keahlian dibidang computer bias membuat teknologi yang bermanfaat tetapi tidak jarang yang melakukan kejahatan.

ASPEK HUKUM
Hokum untuk mengatur aktifitas di internet terutama yang berhubungan dengan kejahatan maya antara lain masih menjadi perdebatan. Ada dua pandangan menganai hal tersebut antara lain:
1. Karakteristik aktiofitas di internet yang bersifat lintas batas sehingga tidak lagi tunduk pada batasan2 teritorial
2. system hokum tradisiomal (The Existing Law) yang justru bertumpu pada batasan2 teritorial dianggap tidak cukup memadai untuk menjawab persoalan2 hukum yang muncul akibat aktifitas internet.

Dilema yang dihadapi oleh hokum tradisional dalam menghadapi fenomena2 cyberspace ini merupakan alas an utama perlunya membentuk satu regulasi yang cuku akomodatif terhadap fenomena2 baru yang muncul akibat pemanfaatan internet. Aturan hokum yang akan dibentuk itu harus diarahkan untuk memenuhi jebutuhan hokum (the legal needs) para pihak yang terlibat di dalam transaksi2 lewat internet.

Hukum harus diakui bahwa yang ada di Indonesia sering kali belum dapat menjangkau penyelesaian kasus2 kejahatan computer. Untuk itu diperlukan jaksa yang memiliki wawasan dan cara pandang yang luas mengenai cakupan teknologi yang melatar belakangi kasus2 tersebut. Sementara hukum2 di Indonesia itu masih memiliki kemampuan yang terbatas didalam penguasaan terhadap teknologi informasi.

ASPEK PENDIDIKAN
Dalam kode etik hacker ada kepercayaan bahwa berbagi informasi adalah hal yang sangat baik dan berguna, dan sudah merupakan kewajiban (kode etik) bagi seorang hacker untuk membagi hasil penelitiannya dengan cara menulis kode yang open source dan memberikan fasilitas untuk mengakses informasi tersebut dan menggunakn peralatan pendukung apabila memungkinkan. Disini kita bias melihat adanya proses pembelajaran.

Yang menarik dalam dunia haker yaitu terjadi strata2 atau tingkatan yang diberikan oleh komunitas hacker kepada seseorang karena kepiawaiannya bukan karena umur atau senioritasnya.

Untuk memperoleh pengakuan atau derajat seorang hacker mampu membuat program untuk ekploit kelemahan system menulis tutorial/ artikel aktif diskusi di mailing list atau membuat situs web, dsb.

ASPEK EKONOMI
Untuk merespon perkembangan di Amerika Serikat sebagai pioneer dalam pemanfaatan internet telah mengubah paradigma ekonominya yaitu paradigma ekonomi berbasis jasa (From a manufacturing based economy to service – based economy). Akan tetapi pemanfaatan tknologi yang tidak baik (adanya kejahatan didunia maya) bias mengakibatkan kerugian ekonomi yang tidak sedikit di Indonesia ada 109 kasus yang merupakan predikat PRAUD (Credit Card) korbannya 80% adalah warga AS.

ASPEK SOSIAL BUDAYA
Akibat yang sangat nyata adanya cyber crime terhadap kehidupan social budaya di Indonesia adalah ditolaknya setiap transasi di internet dengan menggunakan kartu kredit yang dikeluarkan oleh perbankan Indonesia. Masyarakat dunia telah percaya lagi dikarenakan banyak kasus credit card PRAUD yang dilakukan oleh netter asal Indonesia.

Cyber Crime : perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan menggunakan internet yang berbasis pada kecanggihan terhadap teknologi computer dan telekomunikasi.

Tinggalkan sebuah Komentar

Belum ada komentar.

Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

  • RSS TUTORIAL APLIKASI KOMPUTER

    • Installasi Windows XP
      Installasi Windows XP Oleh Wahyu Andi Saputro pada 20 Maret 2010 A. Pendahuluan a. Konfigurasi Sistem Komputer Microsoft Windows XP Professional membutuhkan sumber-sumber daya yang relatif besar dibandingkan dengan Windows 9x dan Windows NT yang mendahuluinya. Konfigurasi sistem komputer yang dibutuhkan untuk proses instalasi adalah sebagai berikut : Kompone […]
      Wahyu Andi Saputro
    • Membuat Router Dengan Ubuntu 10.10
      Sebelum memaparkan langkah – langkah saya dalam membuat router menggunakan Ubuntu Server, ada baiknya kalau kita mengetahui terlebih dahulu istilah dari router itu sendiri. Menurut Tante WIKI, router adalah sebuah alat jaringan komputer yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal seba […]
      Wahyu Andi Saputro
    • Membuat Server Sederhana Dengan Debian
      Membuat Server Sederhana Dengan Debian Oleh: www.WahyuAndiSaputro.co.cc Landasan Teori Debian adalah sistem operasi bebas yang dikembangkan secara terbuka oleh banyak programer sukarela(pengembang Debian) yang tergabung dalam Proyek Debian. Sistem operasi Debian adalah gabungan dari perangkat lunak yang dikembangkan dengan lisensi GNU, dan utamanya menggunak […]
      Wahyu Andi Saputro
    • Sukses Ujian Nasional Praktik Kejuruan Teknik Komputer & Jaringan 2011/2012
      BIOGRAFI PENULIS Wahyu Andi Saputro, Lahir di Sukoharjo, 27 April 1994. Yang sampai sekarang masih duduk di bangku sekolah kelas XII SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo Jurusan Teknik Komputer & Jaringan. Saat ini sedang sibuk menghadapi Ujian Nasional. Dengan kesibukan saya sebagai seorang pelajar dan bisnis yang saya jalankan. Aku sempatkan membuat Tutorial i […]
      Wahyu Andi Saputro
    • Membuat Router Sederhana Dengan Debian
      Wahyu Andi Saputro
    • Produksi Animasi 3D
      Setelah sebelumnya saya membahas tentang PRA PRODUKSI, kini saatnya saya meneruskan tulisan saya tentang PRODUKSI. Produksi adalah proses membuat setelah semua yang akan dibuat selesai dikerjakan saat PRA PRODUKSI. Ada pernyataan bahwa dalam dunia animasi, creator adalah Tuhan untuk dunia tersebut. Oleh karena itu ada banyak yang perlu dibuat (jadi Tuhan itu […]
      Pandu Aji Wirawan
    • Posting Artikel atau blog di Drupal 7
      Berikut ini adalah langkah-langkah untuk posting artikel atau blog di website yang dibangun dengan CMS Drupal. Tutorial ini adalah kealnutan dari tutorial membuat halaman static beserta menu di drupal. Tutorial dapat dibaca dalam versi web di blog saya Download tutrial (pdf) : Posting_Artikel_atau_blog_di_Drupal7
      Heruwidayat
    • Membuat Halaman Statis beserta menu di drupal
      Tutorial berkut ini akan membahas langkah-langkah membuat halaman statis di website yang dibangun dengan menggunakan Drupal 7. Tutorial ini adalah kelanjutan dari tutorial sebelumnya, yaitu instalasi cms Drupal di webhosting Untuk tutorial versi web bisa di lihat di blog saya Download Tutorial (PDF) : Membuat Halaman Statis beserta menu di drupal
      Heruwidayat
    • Instalasi Drupal 7 di Webserver (Hosting)
      Untuk instalasi drupal di hosting sangatlah mudah, yang perlu dipersiapkan adalah kita harus mempunyai space di hosting. Untuk memiliki space di hosting kita bisa menyewa disuatu perusahaan yang menyediakan layanan sewa hosting ini, tentu saja kita harus mengeluarkan biaya. Selain hosting kita juga harus membeli domain. Baik domain internasional yg berformat […]
      Heruwidayat
    • An Introductory Overview ITIL V3
      ITIL merupakan best practice sekaligus good practice dalam pengelolaan layanan  TIK. Saat ini ITIL Versi 3 merupakan keluaran terbaru itSMF dalam pengelolaan layanan TIK. Tulisan ini merupakan terjemahan dari buku “An Introductory Overview of ITIL V3” keluaran itSMF (IT Service Management Forum). Banyak hal-hal baru tertuang dalam ITIL V3 yang tidak ditemuka […]
      aamusda
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.